Flow Meter Air Bersih

Flow meter air bersih adalah flow meter yang di gunakan untuk mengukur aliran air baik dalam sistem tertutup sepeti pipa maupun sistem terbuka seperti sungai maupun parit atau channel. Yang di maskud air bersih adalah cairan yang basenya adalah air baku, air sungai, air sumur, air laut, cooling tover, air dingin, air condensat atau air PDAM serta air minum.

Flow meter air  bersih di dasarkan suatu cairan yang mengandung unsur utama air yang mempunyai konduktivitas maupun yang tidak mengandung konduktivitas atau konduktivitasnya sangat kecil dibawah 20 micro siemens. Dimana air yang diamksud tidak mengandung solid kotor seperti air lumpur.

Untuk jenis flow meter air bersih ini pemilihanya harus mengacu pada spesifikasi cairan tersebut dan lebih mudahnya mungkin bisa di golongkan sebagai berikut :

  1. Flow meter untuk air murni atau air suling atau air yang konduktivitasnya dibawah 2 micro siemens atau kurang seperti air demin atau sejenisnya
  2. Flowmeter air untuk makanan atu minuman seperti air minum, susu, jus, kecap, saos, beer, air nira dan sejenisnya yang di tuntut memenuhi kelas food grade
  3. Flow meter air yang mengandung chemical baik yang mempunyai sifat asam atau basah atau PH normal yang mana flow meter jenis air ini harus mempunyai ketahanan terhadap sifat korosif
  4. Flow meter air yang bisa diaplikasikan pada saluran terbuka seperti sungai maupun parit atau channel.

Dari pengelompokan jenis flow meter tersebut, hendaknya pemilihan type maupun model jenis flowmeter disebutkan spesifikasi secara lengkap, supaya sesuai dengan tujuan pemasangan flow meter dan life timenya lama. Dibanyak kasus kesalahan terbesar dari pemilihan jenis flow meter yang mengakibatkan life time pendek dan biaya maintenancenya mahal, adalah pihak pembeli tidak memahami cara menentukan jenis flow meter, sedangkan pihak penjual maunya menjual stock flow meter yang tersedia.

Untuk jenis flow meter air bersih yang mengandung konduktivitas diatas 20 micro siemens bisa digunakan jenis magnetic flow meter, turbine flow meter , ultrasonic flow meter , vortex flow meter, coriolis flow meter dan lainnya. Namun demikian pemilihan type flowmeter harus didasarkan pada fungsi dan jenis material agar pemasangan flow meter mempunyai fungsi serta manfaat seperti yang diharapkan.

Untuk flow meter yang mempunyai konduktivitas dibawah 20 micro siemens sebaiknya menggunakan flow meter air jenis ultrasonic, turbine, vortex, coriolis dan lainya yang spesifikasi cocok dengan spesifikasi cairan. Namun demikian hendaknya flow meter turbine di gunakan untuk cairan yang homogen dan cairan mempunyai sifat pelumas agar bearing/ bushing tidak mudah aus. Sedangkan vortex yang mempunyai akurasi yang agak jelek sebaiknya di guankan untuk cairan yang sangat panas. Untuk cairan yang ekstrim yang sangat korosif dan sebagainya sebaiknya menggunkan jenis ultrasonic flow meter model clamp on.

Untuk flow meter yang digunakan untuk makanan dan minuman seperti flow meter susu, air minum, obat obatan, saos, kecap air nira, beer dan sejenisnya sebaiknya mengunakan flow meter yang terbuat dari bahan dengan kelas food grade atau SUS 316 atau bisa juga mengunakan jenis flow meter clamp on ultrasonic flow meter karena jenis flow meter ini sensor hanya di tempel di permukaan luar pipa alias tidak contact dengan cairan seperti picture dibawah ini.

Untuk flow meter yang diharapkan memberikan akurasi yang presisi yaitu sekitar 0.2% atau lebih baik, dan perubahan temperature tidak mempunyai pengaruh, serta jika dalam cairan mengandung gas/udara yang berakibat akurasinya tetap bagus sebaiknya menggunkan jenis mass flow jenis coriolis flow meter. Karena sifat dan cara kerja mass flow meter menghitung mass flow maka mass dari udara yang terjebak dalam cairan beratnya bisa diabaikan.

Untuk sitem pembacaan dari flow meter ada dua yaitu menggunakan digital dan mechanical regeister yangs ering di sebut dengan flow meter analog atau flow meter manual. Untuk flow meter air bersih yang di gital biasanya bisa memberikan out [put berupa 4 – 20 mA, Pulsa, alarm serta comunication RS 232 atau RS485 atau lainya. Flow meter air bersih digital ini biasanya menggunakan power listrik 220 Ac atau 24 Vdc atau juga ada yang menggunakan battery hingga tahan 4 – 6 tahun tergantung pemakaian dan size flow meternya

Ada juga flow meter yang tujuanya di gunakan untuk mengecek performa pompa, performa mesin serta mengecek kualitas dari sistem pendinginan, dimana tidak perlu dipasang secara permanen suatu flow meter. Tujuan penggunaan portable flow meter adalah  :

  • Memantau kapasita aliran pada sistem pendinginan mesin atau cooling tower
  • Mengetahui kapasitas dan performa pompa
  • Menyeting besar kecilnya aliran dengan menyeting valve
  • mengecek kapasitas dan kwalitas water cooler untuk mengetahui mengecilnya aliran atau mampetnya water cooler akrena kerak yang menempel dalam pipa cooler
  • Mengetahui kawlitas proses produksi yang ada hubunganya dengan kwalitas produk

Flow meter portable ultarsonic  ini biasanya di gunakan oleh departemen engineering, QC atau maintenance yang tujuanya untuk memanatau dan perencanaan maintenance untuk mencegah terjadinya break down equipment/machine. Untuk aplikasi seperti ini sebaiknya menggunakan flow meter portable karena sifat dari portable flow meter ini mempunyai kelebihan sebagai berikut :

  1. Instalasinya mudah dan cepat karena dengan cara clamp on
  2. Penggunaan / pemasangan sensor ultrasonic tidak perlu melubangi pipa mauun memotong pipa
  3. Bisa dibawa kemana mana karena cukup compact dan ringan
  4. Biasanya dilengkapi data logger yang bisa di hubungkan atau data di download di lap top atau computer.
  5. Bisa digunakan untuk mengukur flow pada pipa dengan diameter dari 1/2″ – 200 ” tergantung apada ukuran sensor ultrasonicnya.
  6. Bisa digunakan untuk segala jenis cairan dengan kandungan content solid maksimal 15%
  7. Bisa digunakan untuk semua jenis material pipa termasuk jika pipa punya liner disisi dalam pipanya
  8. Menggunakan baterry yang bisa di charge dengan masa waktu operasional 6 – 10 jam seperti HP

untuk informasi dan jenis product flow meter bisa dilihat di Product Flow meter


Karena dibutuhkan ketelitian dan pemahaman akan karakteristik fluid serta manfaatnya , serta cara kerja Flowmeter serta  fungsi flow meter itu sendiri. Ada beberapa variabel yang harus kita tentukan dalam MEMILIH FLOW METER pada saat penentuan type flow meter dan model flowmeter  yang cocok dengan aplikasi yang kita harapkan, varibel pemilihan flow meter tersebut dapat dimasukan kedalam pertanyaan sebagai berikut :

  1.  Jenis Fluid yang akan digunakan pada flow meter : gas, water, chemical, oil , liquid gas, sludge, dll
  2.  Pengukuran flow meter hanya pada flow atau total fluid yang mengalir atau kedua2nya
  3. Viscosity dari fluid, Kebersihan/kekotoran dari fluid ( lumpur, banyak kotoran atau bersih ) yang mengalir ke flow meter
  4. Tujuan dari Flow meter : sebagai alat ukur flow, total volume, control, switch,  pengiriman sinyal electric yang berfungsi sebagai control ataupun data ke komputer atau Hand phone lewat sms.
  5. Perlu tidaknya display pada flow meter atau electronic signal out put or electrical out put.
  6. Besaran ( max dan min ) dari Flow rate, working Pressure, Temperature dari fluid yang akan diukur flow meter
  7. Perlu tidaknya sistem kedap air pada flow meter ( water proof) atau area yang mudah terbakar atau explossive atau  yang setandart
  8. Penggunaan untuk bahan kimia dan makanan seperti tingkat keasaman dari fluid atau perlu food grade untuk matrial flow meter yang sering digunakan di industry obat atau makanan dan minuman.
  9. Ukuran dari pipa dimana flow meter ini di install termasuk menggunakan sistem sambungan flange atau ulir atau fitting
  10. Sistem insatallasi flow meter : Vertical atau horizontal
  11.  Keterangan lain yang diperlukan dalam memilih jenis flow meter karena pada dasarnya flow meter bisa dibuat/dipesan sesuai dengan keinginan pemesan (custom)

Begitu banyaknya jenis serta model flow meter dan sebagai informasi berikut ini jenis flow meters yang banyak di gunakan di berbagai dunia industri :

Flow Meter Electromagnetic

  • Flowmeter electromagnetin yang sering disebut magnetic flow meter atau magmeter merupakan jenis flow meter yang cara kerjanya menggunakan hukum faraday. Karena sifat kerjanya seperti itu maka magnetic flow meter hanya bisa kerja pada cairan yang mempunyai konduktifitas pada tingkatan tertentu dan umumnya pada kisaran minimal 20 micro siemens
  • Info lebih lanjut product  Electromagnetic flow meter silahkan click 

 

Flow Meter Portable

  • Flow meter portable mulai terkenal saat dikenalkanya flow meter jenis ultrasonic dimana cara penggunaan dan instalasinya cukup mudah dan cepat serta  dapat dibawah kemana mana.
  • Portable flowmeter ini menggunakan jenis clamp on flow meter dimana sensor atau sering di sebut dengan transducer ultrasonic cukup di clamp pada permukaan luar pipa, Karena prosesn insatlasi tanpa memotong pipa atau melubangi pipa maka biaya instalasi dari flow meter clamp on sangat murah dan cepat.
  • Untuk jenis flow meter portable biasanya di lengkapi dengan data logger vaik itu secara internal maupun external dan untuk power karena sifatnya portable biasanya menggunakan battery yang bisa di charge dan umumnya battery mampu bekerja pada waktu cukup lama diatas 5 jam.
  • Info lebih lanjut product portable flow meter silahkan click

Clamp on Ultrasonic Flow Meter

  • Flowmeter ultrasonic merupakan tipe flow meter yang cara kerjanya mengukur kecepatan aliran fluida dengan menggunakan ultrasound sehingga dengan perhitungan volume yang mengalir bisa terbaca di transmitter ultrasonic.
  • Dengan menggunakan sensor ultrasonik atau sering disebut transducer ultrasonic flowmeter dapat mengukur kecepatan rata dari aliran fluida dalam pipa dengan cara mengukur rata rata perbedaan waktu antara waktu pengiriman signal dan penerimaan signal dengan arah aliran.
  • Info lebih lanjut product clamp on ultrasonic flowmeter silahkan click

Flowmeter Mass Flow Coriolis

  • Flowmeter coriolis adalah jenis flow meter yang secara teori menghitung kekuatan gaya/tenaga akibat adanya osilasi suatu sensor yang dilewati cairan dengan menggunakan perhitungan coriolis yang di konversi ke suatu aliran massa.
  • Coriolis flow meter secara real mempu menghitung massa aliran sehingga perubahan temperature dari aliran tidak banyak berpengaruh. Begitu juga persolan perubahan aliran karena instalasi atau sebab lain yang berakibat aliran tidak laminer serta terjebaknya udara atau gas dalam aliran tidak memeengaruhi akurasi. Berbeda dengan sifat flow meter yang menghitung volume dimana mass flow meter bisa mengabaikan berat dari udara atau gas yang terjebak dalam aliran.
  • Info lebih lanjut product  coriolis mass flow meter silahkan click

Turbine Flow Meter

Vortex Flow Meter

Positive Displacement Flow Meter

Variable Area Flow Meter

Insertion Flow Meter

Flow Meter Open Channel 

  • Open channel flow meter adlah flow meter yang dapat diaplikasikan untuk mengukur aliran pada sistem saluran terbuka seperti pada kanal, sungai atau parit.
  • Pada dasrnya flow meter open chanel ini menghitung kecepatan aliran dengan mempertimbangkan ketinggian permukaan. Untuk pengukuran kecepatan aliran bisa menggunakan transittime flow meter atau Magnetic flow meter. Sedangkan untuk ketinggian permukaan aliran menggunakan ultrasonic level sensor
  • Penggabungan velociti dengan luas penampang bisa menghasilkan kapasitas aliran atau flow rate aliran dalam kanal.
  • Info lebih lanjut product  Open Channel Flow Meter silahkan click Product open channel flow meter