Water Flow Meter

Water flow meter atau Flow meter air adlah flow meter yang digunakan untuk mengukur debit cairan yang mempunyai dasar air baik itu air yang mempunyai konduktivitas maupun yang tidak memiliki konduktivitas.

Jenis air yang diukur oleh flow meter ini bisa berupa air limbah, air laut, air lumpur, air minum, air sungai, air RO, air demin hingga air kimia.

Untuk jenis fwater flow meter ini pemilihanya harus mengacu pada spesifikasi cairan tersebut dan lebih mudahnya mungkin bisa di golongkan sebagai berikut :

  1. Flow meter untuk air murni atau air suling atau air yang konduktivitasnya dibawah 2 micro siemens atau kurang seperti air demin, air condensat atau sejenisnya
  2. Flowmeter air yang mengandung solid maupun kotoran atau partikel lainya seperti air lumpur, air limbah, air sungai, air kotor, air laut dan sejenisnya
  3. Flowmeter air untuk makanan atu minuman seperti air minum, susu, jus, kecap, saos, beer, air nira dan sejenisnya yang di tuntut memenuhi kelas food grade
  4. Flowmeter air yang mengandung chemical baik yang mempunyai sifat asam atau basah atau PH normal yang mana flow meter jenis air ini harus mempunyai ketahanan terhadap sifat korosif
  5. Flow meter air yang bisa diaplikasikan pada saluran terbuka seperti sungai maupun parit atau channel.
Ada beberapa jenis flow meter yang aplikasinya cocok digunakan pada jenis fluid diatas dimana tetap mengacu pada cara kerja flow meter dan juga pada aplikasi yang diinginkan oleh para pemakai flow meter. Untuk Flow meter yang sering digunakan adalah :
  • Flow meter electromagnetic / Mag Flow Meter
  • Turbine Flow meter
  • Ultrasonic flow meter
  • Woltman Flow Meter
  • Paddle wheel Flow meter
  • Variable area flow meter
  • Vortex flow meter
  • Coriolis mass flow meter
  • Dan sebagainya

Dari pengelompokan jenis water flow meter tersebut, hendaknya pemilihan type maupun model hendaknya disebutkan spesifikasi secara lengkap, supaya sesuai dengan tujuan pemasangan flow meter dan life timenya lama. Dibanyak kasus kesalahan terbesar dari pemilihan jenis flow meter yang mengakibatkan life time pendek dan biaya maintenancenya mahal adalah pihak pembeli tidak memahami cara menentukan jenis flow meter, sedangkan pihak penjual maunya menjual stock flow meter yang tersedia.

Untuk jenis  water flow meter yang mengandung konduktivitas diatas 20 micro siemens bisa digunakan jenis magnetic flow meter, turbine flow meter , ultrasonic flow meter , vortex flow meter, coriolis flow meter dan lainnya. Namun demikian pemilihan type flowmeter harus didasarkan pada fungsi dan jenis material, agar pemasangan flow meter mempunyai fungsi serta manfaat seperti yang diharapkan.

Untuk water flow meter yang mempunyai konduktivitas dibawah 20 micro siemens sebaiknya menggunakan flowmeter air jenis ultrasonic, turbine, vortex, coriolis dan lainya, yang spesifikasi cocok dengan spesifikasi cairan. Namun demikian hendaknya flow meter turbine di gunakan untuk cairan yang homogen dan mempunyai sifat pelumas agar bearing/busing tidak mudah aus. Sedangkan vortex yang mempunyai akurasi yang agak jelek, sebaiknya di gunakan untuk cairan yang sangat panas. Untuk cairan yang ekstrim korosif dan sebagainya sebaiknya menggunkan jenis ultrasonic flow meter model clamp on.

Untuk flow meter air lumpur, air kotor termasuk sulurry sebaiknya menggunakan jenis flow meter yang tidak mempunyai elemen yang contact dengan cairan atau mempunyai elemen yang bergerak atau berputar yaitu mengunakan flow meter magnetic. Flow meter air jenis magnetic ini mempunyai sensor yang berupa electrode, yang posisinya menempel pada permukaan sisi dalam dari flow meter, sehingga jika cairan mengandung solid ataupun kotoran maka flow meter tidak akan macet. Hanya saja jenis cairan harus di sesuaikan dengan material liner dan electrode untuk tingkat temperature, tingkat keasaman dan tingkat pressure mempunyai material yang berbeda beda bahan materialnya.

Untuk flowmeter air yang diaplikasikan pada makanan dan minuman seperti flow meter susu, air minum, obat obatan, saos, kecap air nira, beer dan sejenisny, sebaiknya menggunakan flow meter yang terbuat dari bahan dengan kelas food grade atau SUS 316 atau bisa juga mengunakan jenis flow meter clamp on ultrasonic flow meter, karena jenis flow meter ini sensor hanya di tempel di permukaan luar pipa alias tidak contact dengan cairan seperti picture dibawah ini.

Untuk flow meter yang diharapkan memberikan akurasi presisi tinggi yaitu sekitar 0.2% atau lebih baik, dan perubahan temperature tidak mempunyai pengaruh, serta jika dalam cairan mengandung gas/udara yang berakibat akurasinya tetap bagus, sebaiknya menggunkan mass flow jenis coriolis flow meter. Karena sifat dan cara kerja mass flow meter menghitung mass flow maka mass dari udara yang terjebak dalam cairan beratnya bisa diabaikan.

Ada juga flow meter air yang tujuanya di gunakan untuk mengecek performa pompa, performa mesin serta mengecek kualitas dari sistem pendinginan, dimana tidak perlu dipasang secara permanen suatu flow meter. Tujuan penggunaan portable flow meter adalah  :

  • Memantau kapasitas aliran pada sistem pendinginan mesin atau cooling tower
  • Mengetahui kapasitas dan performa pompa
  • Menyeting besar kecilnya aliran dengan menyeting valve
  • mengecek kapasitas dan kwalitas water cooler untuk mengetahui mengecilnya aliran atau mampetnya water cooler akrena kerak yang menempel dalam pipa cooler
  • Mengetahui kwalitas proses produksi yang ada hubunganya dengan stabilitas kwalitas produk

Flow meter portable ultarsonic  ini biasanya di gunakan oleh departemen engineering, QC atau maintenance yang tujuanya untuk memantau dan perencanaan maintenance untuk mencegah terjadinya break down equipment/ machine. Untuk aplikasi seperti ini sebaiknya menggunakan flow meter portable karena sifat dari portable flow meter ini mempunyai kelebihan sebagai berikut :

  1. Instalasinya mudah dan cepat karena dengan cara clamp on
  2. Penggunaan / pemasangan sensor ultrasonic tidak perlu melubangi pipa atau memotong pipa
  3. Bisa dibawa kemana mana karena cukup compact dan ringan
  4. Biasanya dilengkapi data logger yang bisa di hubungkan atau data di download di lap top atau computer.
  5. Bisa digunakan untuk mengukur flow pada pipa dengan diameter dari 1/2″ – 200 ” tergantung apada ukuran sensor ultrasonicnya.
  6. Bisa digunakan untuk segala jenis cairan dengan kandungan content solid maksimal 15%
  7. Bisa digunakan untuk semua jenis material pipa termasuk jika pipa punya liner disisi dalam pipanya
  8. Menggunakan baterry yang bisa di charge dengan masa waktu operasional 6 – 10 jam seperti HP

Karena dibutuhkan ketelitian dan pemahaman akan karakteristik fluid serta manfaatnya , serta cara kerja Flowmeter serta  fungsi flow meter itu sendiri. Ada beberapa variabel yang harus kita tentukan dalam MEMILIH FLOW METER pada saat penentuan type flow meter dan model flowmeter  yang cocok dengan aplikasi yang kita harapkan, varibel pemilihan flow meter tersebut dapat dimasukan kedalam pertanyaan sebagai berikut :

  1.  Jenis Fluid yang akan digunakan pada flow meter : gas, water, chemical, oil , liquid gas, sludge, dll
  2.  Pengukuran flow meter hanya pada flow atau total fluid yang mengalir atau kedua2nya
  3. Viscosity dari fluid, Kebersihan/kekotoran dari fluid ( lumpur, banyak kotoran atau bersih ) yang mengalir ke flow meter
  4. Tujuan dari Flow meter : sebagai alat ukur flow, total volume, control, switch,  pengiriman sinyal electric yang berfungsi sebagai control ataupun data ke komputer atau Hand phone lewat sms.
  5. Perlu tidaknya display pada flow meter atau electronic signal out put or electrical out put.
  6. Besaran ( max dan min ) dari Flow rate, working Pressure, Temperature dari fluid yang akan diukur flow meter
  7. Perlu tidaknya sistem kedap air pada flow meter ( water proof) atau area yang mudah terbakar atau explossive atau  yang setandart
  8. Penggunaan untuk bahan kimia dan makanan seperti tingkat keasaman dari fluid atau perlu food grade untuk matrial flow meter yang sering digunakan di industry obat atau makanan dan minuman.
  9. Ukuran dari pipa dimana flow meter ini di install termasuk menggunakan sistem sambungan flange atau ulir atau fitting
  10. Sistem insatallasi flow meter : Vertical atau horizontal
  11.  Keterangan lain yang diperlukan dalam memilih jenis flow meter karena pada dasarnya flow meter bisa dibuat/dipesan sesuai dengan keinginan pemesan (custom)

Untuk informasi product flow meter bisa dilihat di Product Flow meter



Sebagai informasi flow meter yang banyak di pakai di industri mempunyai jenis yang berbeda beda tergantung jenis cairan, sistem instalasi sera tingkat akurasinya dan berikut ini jenis jenis serta model flow meter :

Flow Meter Portable

  • Flow meter portable mulai terkenal saat dikenalkanya flow meter jenis ultrasonic dimana cara penggunaan dan instalasinya cukup mudah dan cepat serta  dapat dibawah kemana mana.
  • Portable flowmeter ini menggunakan jenis clamp on flow meter dimana sensor atau sering di sebut dengan transducer ultrasonic cukup di clamp pada permukaan luar pipa, Karena prosesn insatlasi tanpa memotong pipa atau melubangi pipa maka biaya instalasi dari flow meter clamp on sangat murah dan cepat.
  • Untuk jenis flow meter portable biasanya di lengkapi dengan data logger vaik itu secara internal maupun external dan untuk power karena sifatnya portable biasanya menggunakan battery yang bisa di charge dan umumnya battery mampu bekerja pada waktu cukup lama diatas 5 jam.
  • Info lebih lanjut product portable flow meter silahkan click

Clamp on Ultrasonic Flow Meter

  • Flowmeter ultrasonic merupakan tipe flow meter yang cara kerjanya mengukur kecepatan aliran fluida dengan menggunakan ultrasound sehingga dengan perhitungan volume yang mengalir bisa terbaca di transmitter ultrasonic.
  • Dengan menggunakan sensor ultrasonik atau sering disebut transducer ultrasonic flowmeter dapat mengukur kecepatan rata dari aliran fluida dalam pipa dengan cara mengukur rata rata perbedaan waktu antara waktu pengiriman signal dan penerimaan signal dengan arah aliran.
  • Info lebih lanjut product clamp on ultrasonic flowmeter silahkan click

Flowmeter Mass Flow Coriolis

  • Flowmeter coriolis adalah jenis flow meter yang secara teori menghitung kekuatan gaya/tenaga akibat adanya osilasi suatu sensor yang dilewati cairan dengan menggunakan perhitungan coriolis yang di konversi ke suatu aliran massa.
  • Coriolis flow meter secara real mempu menghitung massa aliran sehingga perubahan temperature dari aliran tidak banyak berpengaruh. Begitu juga persolan perubahan aliran karena instalasi atau sebab lain yang berakibat aliran tidak laminer serta terjebaknya udara atau gas dalam aliran tidak memeengaruhi akurasi. Berbeda dengan sifat flow meter yang menghitung volume dimana mass flow meter bisa mengabaikan berat dari udara atau gas yang terjebak dalam aliran.
  • Info lebih lanjut product  coriolis mass flow meter silahkan click

Flow Meter Electromagnetic

  • Flowmeter electromagnetin yang sering disebut magnetic flow meter atau magmeter merupakan jenis flow meter yang cara kerjanya menggunakan hukum faraday. Karena sifat kerjanya seperti itu maka magnetic flow meter hanya bisa kerja pada cairan yang mempunyai konduktifitas pada tingkatan tertentu dan umumnya pada kisaran minimal 20 micro siemens
  • Info lebih lanjut product  Electromagnetic flow meter silahkan click 

Turbine Flow Meter

Vortex Flow Meter

Positive Displacement Flow Meter

Variable Area Flow Meter

Insertion Flow Meter

Flow Meter Open Channel 

  • Open channel flow meter adlah flow meter yang dapat diaplikasikan untuk mengukur aliran pada sistem saluran terbuka seperti pada kanal, sungai atau parit.
  • Pada dasrnya flow meter open chanel ini menghitung kecepatan aliran dengan mempertimbangkan ketinggian permukaan. Untuk pengukuran kecepatan aliran bisa menggunakan transittime flow meter atau Magnetic flow meter. Sedangkan untuk ketinggian permukaan aliran menggunakan ultrasonic level sensor
  • Penggabungan velociti dengan luas penampang bisa menghasilkan kapasitas aliran atau flow rate aliran dalam kanal.
  • Info lebih lanjut product  Open Channel Flow Meter silahkan click